Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak balita

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam jumlah, ukuran dan fungsi tingkat sel, organ, maupun individu. Pertumbuhan dapat dibagi dua, yaitu pertumbuhan yang bersifat linear dan pertumbuhan massa jaringan.

Pertumbuhan linear menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada masa lampau. Ukuran linear yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi yang kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita waktu lampau.

Ukuran linear yang sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan. Pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada masa sekarang atau saat pengukuran. Contoh massa jaringan adalah berat badan, lingkar lengan atas (LILA) dan tebal lemak bawah kulit.

Ukuran yang rendah atau kecil menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran massa jaringan yang yang paling sering digunakan adalah berat badan. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan anak balita, salah satu diantaranya adalah faktor lingkungan hidup, Lingkungan tempat tinggal juga merupakan faktor penting pada perkembangan anak usia dini. anak usia dini akan mulai aktif berinteraksi merupakan salah satu ciri anak mau jalan. nah, pentingnya lingkungan tempatnya berinteraksi akan berdampak pada pertumbuhannya.

lingkungan yang tidak menyenangkan bisa saja mengakibatkan anak-anak menjadi bosan dan akan membuat mereka menjadi probadi yang introvert atau lebih tertutup. Faktor penting selanjutnya bagi anak-anak adalah lingkungan sekolahnya, mengingat akan banyak waktu yang anak habiskan di sekolah setiap hari. Sebagai orangtua yang baik, kita harus memilih sekolah yang paling sesuai dengan kebutuhan anak. Tetap memantau perkembangan kegiatan anak di sekolah, temui guru secara rutin, dan perhatikan hubungan anak dengan teman sebayanya. orang tua juga dapat mengikutkan anak dengan kursus / les tertentu sesuai minat anak. Tetapi, orang tua harus ingat bahwa anak-anak lebih dipengaruhi oleh kualitas waktu yang mereka habiskan bersama anak-anak, bukan kuantitasnya.

Anak tidak akan menghitung berapa kali orangtua bermain bersamanya, mereka akan selalu mengingat momen momen berharga misalnya suatu saat orangtua mengajak anak-anaknya untuk menerbangkan layang-layang di taman atau membawa mereka untuk jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan.

Selain belajar di sekolah, pastikan lingkungan rumah orangtua juga menstimulasi perkembangan mental mereka. Ini termasuk ketrampilan kognitif, linguistik, emosional, dan motorik. Lingkungan terbaik untuk ini adalah rumah yang tenang dan penuh kasih, memungkinkan anak untuk fokus pada peningkatan kemampuan mereka.

Tanamkan juga rasa ingin tahu pada anak anak, dorong mereka untuk mempertanyakan segala sesuatu dan ajarkan mereka untuk mencari solusi dari masalah sendiri. Sebagai orangtua yang baik , adalah sebuah kewajiban untuk membimbing mereka ke lingkungan yang tepat karena mereka akan memiliki dampak langsung pada tingkah laku, proses pembelajaran, dan kepribadian mereka.

Membandingkan kecerdasan anak dengan anak orang lain, bisa dijadikan alternatif untuk memastikan apakah perkembangan si kecil termasuk baik. Namun bagaimana bila perkembangan anak yang menjadi pembanding justru mengalami keterlambatan.

Karena itu ada baiknya orang tua Cek standar perkembangan berikut, dimana dijelaskan mengenai perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, pendengaran dan penglihatan sesuai dengan usia.

Orang tua akan mengetahui, Kapan bayi mulai mengangkat kepala, memiringkan badan, berguling, tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, sampai mulai mengoceh dan mengerti perintah sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *